Jaringan sindikat internasional penyelundupan 1,16 ton ketamin melalui kapal tanker MT Global 168 melibatkan aktor lintas negara yang terhubung dengan Malaysia, Taiwan, serta jalur pelayaran Asia Tenggara.
- Kepemilikan Kapal dari Malaysia: Berdasarkan konfirmasi Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Narkotika Bukit Aman (NCID) Malaysia, Komisioner Datuk Hussein Omar Khan, kapal MT Global 168 terdaftar secara resmi atas nama perusahaan asal Malaysia bernama Makmur Marine Petroleum yang berbasis di Johor.
- Keterlibatan Awak Kapal Multinasional: Dari 8 tersangka yang diamankan, terdapat 1 WNA asal Taiwan/Tiongkok (berinisial YCY yang berperan sebagai Able Seaman) dan 7 WNI yang mengoperasikan kapal:
- YC (WNI) – Kapten / Master
- RS (WNI) – Chief Officer
- JA (WNI) – Chief Engineer
- EAE (WNI) – Second Engineer
- CFR (WNI) – Oiler
- RF & DPW (WNI) – Able Seaman
- YCY (WNA Taiwan) – Able Seaman
- Rekam Jejak Kapal dan Modus Operasional: Kapal berbendera Mongolia ini sempat menggunakan identitas ganda (Gross Dolphin / Suroshio) serta singgah di Port Klang, Malaysia, sebelum membawa muatan ketamin senilai kurang lebih Rp3,48 triliun menuju perairan Indonesia (Selat Malaka hingga Tanjung Balai Asahan).
- Keterkaitan dengan Kasus Lain: Jaringan ini juga terindikasi berhubungan dengan dokumen docking yang ditemukan pada pengungkapan kasus sebelumnya, yaitu kapal MV Fuchangxing
Hingga saat ini, Bareskrim Polri bersama pihak berwenang Malaysia (Bukit Aman) masih mengembangkan penyidikan untuk melacak aktor intelektual (mastermind) di balik korporasi pemilik kapal dan alur pendanaan sindikat tersebut.
Aparat gabungan Bareskrim Polri, Bea Cukai, dan Polda Sumatera Utara menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin (bahan baku narkotika) menggunakan kapal tanker MT Global 168 di perairan Selat Malaka hingga Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.
Pemantauan Anomali AIS: Tim gabungan mendeteksi adanya kejanggalan pada sistem identifikasi otomatis (Automatic Identification System / AIS) kapal yang memancarkan dua identitas berbeda, yaitu sebagai kapal tanker MT Global 168 dan Gross Dolphin (nama lamanya juga pernah tercatat sebagai Suroshio).
Penelusuran Rute: Kapal tanker berbendera Mongolia yang dikendalikan oleh korporasi asal Johor, Malaysia (Makmur Marine Petroleum) ini terpantau melambat di kawasan Laut Andaman dan sempat masuk ke pelabuhan Port Klang, Malaysia, sebelum bergerak menuju perairan Indonesia.
Penyergapan di Laut: Pada Selasa, 20 Oktober 2026, tim gabungan melakukan pengejaran dan pencegatan terhadap kapal tersebut di kawasan perairan Selat Malaka hingga Tanjung Balai Asahan.
Penggeledahan dan Penangkapan: Petugas mengamankan 8 orang awak kapal (terdiri dari 7 WNI dan 1 WNA asal Taiwan/Tiongkok). Dari hasil penggeledahan, ditemukan 58 karung berisi ketamin hidroklorida dengan berat bruto 1,16 ton serta sejumlah alat komunikasi.
Pengembangan Kasus: Identitas jaringan ini juga terungkap dari dokumen docking yang ditemukan pada penangkapan kasus sebelumnya (kapal MV Fuchangxing 1). Kapal beserta seluruh barang bukti kemudian ditarik ke Pelabuhan Belawan, Medan untuk dipaparkan secara resmi pada Kamis–Jumat, 22–23 Oktober 2026.(Red)

Kronologi Pengungkapan Operasi Senyap