Notification

×

Iklan

Iklan

Polemik pernyataan Ketua BEM UGM, pemuda Jawa Timur nyatakan sikap penolakan

Selasa, 16 Juni 2026 | Juni 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-16T12:12:10Z

Surabaya – Sikap tegas datang dari Aliansi Pemuda Jawa Timur (APJT) yang secara terbuka menyatakan penolakan terhadap kehadiran Tiyo Ardianto, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), di wilayah Jawa Timur. 

Pernyataan tersebut mencuat di tengah polemik pernyataan Tiyo yang dinilai memicu respons keras dari sejumlah elemen pemuda di daerah.

Ketua APJT, Sulaiman Darwis, menyampaikan sikap organisasi itu di Surabaya, Minggu (14/6/2026). Ia menegaskan APJT tidak akan memberikan ruang bagi Tiyo untuk menggelar kegiatan apa pun di Jawa Timur, serta siap mengambil langkah penolakan jika agenda tersebut tetap dipaksakan.

Menurut APJT, sejumlah pernyataan Tiyo terkait Presiden Prabowo Subianto dinilai telah melampaui batas kritik yang wajar dan dianggap oleh sebagian pihak sebagai bentuk penghinaan terhadap simbol negara.

“Dalam pandangan kami, kritik itu sah dalam demokrasi. Namun ada batas etika yang tidak boleh dilanggar, terutama ketika menyangkut martabat kepala negara sebagai simbol negara,” ujar Darwis.

Meski menyatakan penolakan, APJT menegaskan bahwa mereka tidak anti terhadap kebebasan berpendapat. Namun, kebebasan tersebut menurut mereka harus tetap berada dalam koridor etika, hukum, dan tanggung jawab sosial.

Darwis juga menyebutkan bahwa sikap organisasi ini merupakan akumulasi dari berbagai aspirasi anggota dan simpatisan APJT yang merasa tersinggung atas pernyataan tersebut.

“Banyak suara yang masuk, dan kami menyalurkannya dalam bentuk sikap organisasi. Ini bukan tindakan spontan, melainkan respons yang kami anggap perlu,” katanya.

APJT menegaskan akan terus memantau setiap agenda yang melibatkan Tiyo Ardianto di Jawa Timur. Mereka juga membuka kemungkinan langkah lanjutan apabila situasi di lapangan berkembang lebih jauh. ( Redaksi )
×
Berita Terbaru Update