Notification

×

Iklan

Iklan

Laskar Lampung Laporkan Dugaan Kecurangan SPMB SMAN 1 Metro ke Polisi

Jumat, 12 Juni 2026 | Juni 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-13T02:47:00Z

Kota Metro – Organisasi kemasyarakatan Laskar Lampung Kota Metro secara resmi melaporkan dugaan kecurangan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Negeri 1 Metro ke Polres Metro. 

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap transparansi dan akuntabilitas dunia pendidikan di Kota Metro.

Ketua Laskar Lampung Kota Metro, Ahmad Ridwan, mengatakan laporan tersebut dibuat setelah pihaknya menerima berbagai informasi, aduan, serta dugaan kejanggalan dari masyarakat terkait proses seleksi penerimaan siswa baru di sekolah favorit tersebut.

Menurutnya, laporan yang disampaikan bukan untuk menghakimi pihak tertentu, melainkan sebagai upaya mendorong aparat penegak hukum melakukan penelusuran secara profesional guna memastikan seluruh tahapan SPMB berjalan sesuai aturan yang berlaku.

“Kami ingin proses penerimaan peserta didik berjalan secara jujur, adil, dan transparan. Jika memang tidak ditemukan pelanggaran, tentu hasil penyelidikan akan menjawab semuanya. Namun apabila ditemukan adanya penyimpangan, maka harus ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Ahmad Ridwan.

Laskar Lampung menilai dunia pendidikan harus terbebas dari segala bentuk praktik yang berpotensi merugikan peserta didik maupun mencederai kepercayaan masyarakat terhadap sistem penerimaan siswa baru. Oleh sebab itu, mereka meminta aparat kepolisian dapat menindaklanjuti laporan tersebut secara objektif dan independen.

Pelaksanaan SPMB sendiri mengedepankan prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi. Karena itu, masyarakat juga diharapkan turut mengawasi jalannya proses penerimaan siswa baru dan melaporkan apabila menemukan indikasi pelanggaran.

Sementara itu, sejumlah elemen masyarakat menilai bahwa dugaan kecurangan dalam dunia pendidikan harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Pasalnya, pendidikan merupakan hak setiap warga negara yang harus dijamin akses dan keadilannya tanpa adanya perlakuan istimewa kepada pihak tertentu.
Masyarakat Kota Metro kini menaruh perhatian terhadap perkembangan kasus tersebut. Mereka berharap proses hukum dapat berjalan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan polemik berkepanjangan serta mampu menjaga kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan di daerah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SMAN 1 Metro terkait laporan yang telah disampaikan ke Polres Metro. 
Kepada Redaksi media ini, Pihak media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan informasi.
( Redaksi )
×
Berita Terbaru Update